Home Hukum Babinsa dan Operasi Intelejen/Media

Babinsa dan Operasi Intelejen/Media

257
0
SHARE

Babinsa dan Operasi Intelejen/Media

Oleh: Tjahja Gunawan
(Mantan wartawan)

1. Alkisah ditengah hiruk pikuk kampanye Pilpres th 2014, tiba2 muncul sebuah isu ttg kegiatan oknum Babinsa di sekitar Pacenongan Jkt yg mendata warga yg akan ikut Pilpres.

2. Awalnya berita itu dimunculkan oleh sebuah portal berita online. Kemudian beritanya menjadi besar karena keesokan harinya sengaja dilambungkan sebuah media mainstream. Lalu isu Babinsa dijadikan sbg berita utama. Dan krn isunya terus digulirkan sehingga akhirnya menjadi isu nasional.

3. Yang bertarung dlm Pilpres waktu itu adl pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan Jokowi-Jusuf Kalla.

4. Dari pemberitaan ttg Babinsa itu, dikesankan salah satu Capres yg juga mantan Jenderal yakni Prabowo yg berada dibalik Operasi Babinsa tsb. Padahl, Prabowo sdh tdk memp pasukan krn sdh lama “dipecat” dri dunia militer akibat korban fitnah kasus kerusuhan 1998.

5. Logika awam pun akan dg mudah mengatakan: Mana mungkin seorang Prabowo yg sdh tdk aktif di dunia militer, tiba2 bisa menggerakan anggota militer aktif (Babinsa).

‌6. Perkembangan isu selanjutnya mulai terlihat waktu itu, dimana pernyataan para petinggi TNI ttg Babinsa saling bertabrakan. Panglima TNI dan KASAD disatu sisi dg Kapuspen TNI disisi lain. Padhal secara structural, apalagi dlm organisasi militer, suara Kapuspen sehrsnya sama dan senada dg Panglima TNI. Namun yg kita tahu kemudian, setelah Pilpres usai, Kapuspen TNI (And) dipromosikan menjadi komandan Paspampres dan skrg menjadi Pangdam di Kalimatan… Belakangan diketahui, mantan Kapuspen ini trnyata msh trkait hub klg dg seorang pnsiunan Jenderal yg menjadi Timses Jkw-JK….

‌7. Yang menarik, ketika itu setelah saya posting di FB ttg adanya logika yg salah dlm pemberitaan kasus Babinsa, ada dua orang yg memberikan back ground info kpd saya via inbox….

‌8. Satu orang memberi info kpd saya, bhw yg didata oknum Babinsa itu adl seorang mantan wartawan (politik) yg pernah bekerja pd Kantor berita asing yg kebetulan beretnis Tionghoa. Pada intinya temen saya ini memberi pesan bhw Operasi Babinsa ini mrpkan kerjaan Prabowo krn didukung Presiden SBY. Sosok Prabowo waktu itu digambarkan sbg Jend TNI warisan Orde Baru yg sgt berbahaya kalo dia menjadi Presiden.

‌9. Nah…dlm waktu yg hampir bersamaan, teman saya yg satu lagi memberi latar belakang informasi bhw isu Babinsa sengaja digulirkan utk menyudutkan Prabowo.

‌10. “Darimana Anda tahu kalo isu itu utk menyudutkan PS?,” Tanya saya. Lalu temen saya menjawab: “Saya kan diajak seorang petinggi media ke sebuah pertemuan di JL Surabaya Jakarta. Pertemuan itu utk menggelindingkan isu Babinsa”. Belakangan diketahui tempat pertemuan Timses Capres No 2 dg sejumlah petinggi media itu adl milik SW, aktivis 66 yg jga seorang pengusaha.

11. Temen saya yg Independen ini semula diajak dg harapan mau menjadi buzzer di medsos. Eh rupanya dia menolak dg halus.

‌12. Temen saya ini melanjutkan ceritanya. Yang merancang operasi intelejen ini berkelindan dg Timses Jkw-JK. Duluu…saat kampanye Pilpres the 2004 dan 2009, SBY pun memanfaatkan jasa Babinsa. Tapi operasi intelejen itu dilakukan dg senyap di daerah2 agar tdk diketahui media.

‌12. Nah… Pensiunan Jenderal yg menjadi Timses Jkw-JK mengetahui strategi yg dulu digunakan SBY, kemudian merancang operasi serupa. Namun operasi Babinsa ini tdk dilakukan di daerah tetapi sengaja dilaksanakan di Kota Besar Jakarta supaya bocor ke media.

13. Yang didata oknum Babinsa itu sengaja seorang mantan wartawan yg msih memp jaringan dan hubungan dg rekan2 sejawatnya wartawan (politik) yg msh aktif bekerja di media spy aksi Babinsa itu bisa menyebar secara massif.

14. Jadi saat Pilpres, Timses JKW-JK sgt menyadari kekuatan media yg bisa membentuk opini publik secara efektif.

15. Oleh karena itu, saat Pilpres Timses Capres No 2 aktif dan rajin mengcreate isu utk digulirkan ke media. Makanya tidak heran kemudian lahirlah Presiden produk Daring. Pemimpin yg mendadak menjadi besar hasil pencitraan (karbitan) media mainstream.

16. Masyarakatpun akhirnya menyadari bhw sebagian fakta yg tersaji di media mainstream ternyata palsu belaka. Cuma hasil kreasi dari Tim Sukses Calon Pemimpin. Akhirnya masyarakat pun beralih ke medsos dlm mengkonsumsi informasi hingga sekarang.

17. Jadi kampanye Hoax bbrp waktu lalu, antara lain dikrnakan masy sdh beralih dri semula mengunyah info dari TV dan ato media mainstream ke medsos.

18. Yg terjadi dlm Pilkada DKI sekrang, hampir samalah dg yg trjadi saat Pilpres 2014.

LEAVE A REPLY