Home Hukum PRABOWO SANGAT FRONTAL TAPI KENAPA HABIB RIZIEQ YANG DITEROR dan DIKRIMINALISASI?

PRABOWO SANGAT FRONTAL TAPI KENAPA HABIB RIZIEQ YANG DITEROR dan DIKRIMINALISASI?

248
0
SHARE

PRABOWO SANGAT FRONTAL TAPI KENAPA HABIB RIZIEQ YANG DITEROR dan DIKRIMINALISASI?

Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

Kasus teror peledakan mobil di Cawang, Sabtu dini hari (16/4) di dekat lokasi tabliq akbar yang dihadiri ribuan umat Islam adalah perbuatan keji dan melukai hati rakyat.

Tindakan biadab tersebut jelas bertujuan meneror umat Islam dan mengancam keselamatan Habib Rizieq Syihab serta para ulama yang kritis terhadap rezim Jokowi.

Mengapa aneka kejahatan kriminalisasi, intimidasi dan teror yang makin brutal hanya dilancarkan kepada Habib Rizieq, para ulama kritis, akitivis FPI dan Hizbut Tahrir?

Bukankah Prabowo Subianto, Amien Rais dan tokoh-tokoh nasional lainnya justru sangat frontal mengkritisi kebobrokan rezim Jokowi. Namun kenapa mereka tidak dikriminalisasi, ditangkap dan terancam dibunuh?

Perlakuan semena-mena terhadap Habib Rizieq dan para ulama telah menimbulkan kegusaran umat Islam. Seolah di negeri ini tidak boleh ulama mengajak rakyat untuk bersikap kritis kepada rezim Jokowi.

Ketika ulama tampil dengan jutaan massa menggelar aksi superdamai untuk menuntut keadilan namun dituding kelompok radikal, intoleran, anti Pancasila dan dituduh melakukan makar.

Tapi lucunya sikap busuk itu tidak berani ditunjukan oleh rezim Jokowi serta aparat keamanan kepada Prabowo Subianto. Padahal suara protes Habib Rizieq serupa dengan Prabowo dan tokoh nasional lainnya.

Terkesan Presiden Jokowi seolah menjadi kodok dihadapan Prabowo Subianto dan bertindak bagai seekor kambing yang merasa dirinya macan untuk menakuti Habib Rizieq serta ulama.

Aksi teror, intimidasi dan kriminalisasi yang dilakukan justru makin membuat rakyat cinta serta bersimpati kepada Habib Rizieq dan para ulama kritis.

Tindakan ororiter rezim Jokowi untuk menunjukan permusuhan kepada ulama kritis dan bermesra dengan terdakwa penista Al Qur’an makin memicu kemarahan umat.

Ada waktunya segala perbuatan yang tidak elok itu menuai petaka besar bagi kekuasaan Jokowi. Menunggu waktu saja, bila ulama dan tokoh nasional menyatu maka segala bentuk ketidakadilan akan tergulung!

–17 April 2017–

LEAVE A REPLY