Home Hukum Faizal Assegaf: Biasa Tabiat Makelar Kasus, Hendardi Anti TNI dan Ulama

Faizal Assegaf: Biasa Tabiat Makelar Kasus, Hendardi Anti TNI dan Ulama

766
0
Ketua Progres 98 Faizal Assegaf

PRIBUMI.ID – Ketua Setara Institute Hendardi dinilai tendensius dan gagal paham terkait polemik seputar kasus teror dan kriminalisasi ulama yang berpeluang dibawa ke mekanisme internasional.

Hendardi lupa bahwa ihwal penyampaian aduan kepada Dewan HAM PBB merupakan refleksi protes secara politik maupun hukum yang lazim disuarakan oleh elemen sipil.

“Tujuannya untuk mengkampanyekan ketidakpercayaan umat Islam atas perilaku semena-mena rezim Jokowi dan aparat Polri,” demikian kritik keras Ketua Progres 98 Faizal Assegaf kepada Hendardi yang disampaikan ke redaksi PRIBUMI Ahad 21 Mei 2017 di Jakarta.

Menurutnya, pendekatan protes melalui mekanisme internasional merupakan langkah tepat dan sangat mendesak dilakukan.

“Tentu tidak mutlak pengaduan disampaikan kepada Dewan HAM PBB. Namun lebih berpeluang disalurkan pada OKI (Organisasi Konfrensi Islam) yang memiliki konsensus atas perlindungan hak-hak ulama,” ungkapnya.

Lanjut tokoh aktivis ’98 itu, kasus teror dan kriminalisasi ulama adalah masalah sensitif dan telah menimbulkan sorotan serius dari negara-negara Islam yang tergabung dalam organisasi OKI.

“Dukungan dari OKI berpeluang membuka akses jaringan intelijen dan lembaga investigasi independen guna membongkar motif serta para aktor kriminalisasi ulama,” kata Faizal Assegaf.

Mengingat perilaku rezim Jokowi makin otoriter terhadap ulama dan tokoh-tokoh Islam. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan memicu konflik sebagaimana yang terjadi di Suriah.

“Potensi ke arah itu harus diantisipasi, sehingga Indonesia tidak terjebak dalam konflik SARA yang dapat mengancam kedamaian dan persatuan nasional,” himbau Faizal.

Faizal Assegaf menuding Hendardi dan kelompok liberal terkesan panik dan seolah menjadi juru bicara Istana untuk menghalangi upaya ulama membongkar kejahatan teror dan kriminalisasi ulama.

“Sebaliknya, Hendari paling getol menyudutkan TNI serta gencar menyerang ulama kritis yang berseberangan dengan rezim Jokowi,” ujarnya.

Modus politik demikian, tegas Faizal, bertujuan mengais untung melalui politik transaksional, berperilaku hipokrit, berwatak makelar kasus dan sangat memalukan.

“Ngaku pejuang HAM kok justru bertindak diskriminasi, rajin mendesak pencopotan Panglima TNI serta ikut melegitimasi kejahatan teror dan kriminalisasi ulama, ngawur!” tandas Faizal Assegaf. |ATA/JAN

Previous articleAda Isu Komisioner HAM Dimakzulkan, Alumni 212: Jangan Takut!
Next articleIndikasi Strategi Ahok Cabut Banding di PT Demi Ajukan PK Ke MA
Alamat Redaksi/Iklan/Promosi: PRIBUMI.ID tergabung dalam MEPRINDO MEDIA GROUP (MMG) The Manhattan Square Building Mid Tower, 12th Floor Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 redaksi@pribumi.id, redaksipribumi@gmail.com dikelola di bawah naungan PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015. Sebagai media kami membuka ruang jurnalisme yang sebenarnya. CEO/Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Aendra Medita K Redaktur Senior: Susi Andrini, A. Hendrawan, Hermana HMT Redaktur Pelaksana: Rachmat Edy Rhenoz Dharma Sidang Redaksi: Hermana Lina Alfajri Suka Ajie Hendrawan Sekretaris Redaksi: Lin Business Marketing Director: Ussie Samsi Teknologi Informasi: Andre Tyo Penasehat Hukum Gan Gan R.A. , SH www.jakartasatu.com Seluruh wartawan Pribumi.ID mengunakan ID CARD dan kami melarang/ menolak keras sogokan dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here