Home Nasional Modal Asing

Modal Asing

370
0
OLEH Nugroho Prasetyo

Modal asing adalah isu sensitif di kalangan kaum nasionalis. Tapi, Presiden Jokowi menjanjikan, modal asing takkan merobohkan bangunan kedaulatan negeri ini dan justru mempercepat laju pertumbuhkan ekonomi. Tekad seperti itu tidak baru. Presiden SBY menjanjikan hal serupa di awal pemerintahannya : pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, disertai pemerataan pendapatan. Pemerintah percaya modal asing tak cuma mendatangkan uang, tapi juga membuka lapangan kerja, memicu alih teknologi dan meningkatkan profesionalisme, serta ketrampilan manajemen.

Semasa SBY, modal asing dalam bentuk investasi langsung (foreign direct investment) mengalami lonjakan hebat. Tak sekedar mencapai level sama seperti pada akhir era Soeharto, bahkan membukukan rekor baru. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi itu tidak mendorong pemerataan, justru yang terjadi sebaliknya : Indeks Gini —ukuran ketimpangan pendapatan— menyentuh angka tertinggi dalam sejarah.

Lebih dari itu, meski dibutuhkan, investasi asing juga bersifat racun. Sama seperti serangan jantung dan stroke akibat kelebihan kolesterol, investasi asing juga dapat membunuh sebuah negera. Sebuah studi yang dilakukan ekonom Ricardo Hausmann dan Eduardo Fernández-Arias di Amerika Latin menunjukkan investasi asing kebanyakan mengalir ke negara-negara yang lembek secara hukum, institusi keuangannya lemah, birokrasinya buruk dan korup. Berkebalikan dengan pandangan lazim, tingginya daya tarik untuk investasi asing justru menunjukkan kelemahan sebuah negera. Bukan kekuatan. |PRB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here