Home Hukum IPW: Kenapa Polisi Lamban Ungkap Kasus Novel Baswedan?

IPW: Kenapa Polisi Lamban Ungkap Kasus Novel Baswedan?

612
0

PRIBUMI – Indonesia Police Watch (IPW) mengkritik kepolisian lamban mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

“Sebab sudah hampir seminggu belum ada tanda-tanda atau titik terang bahwa pelaku akan tertangkap,” kata Koordinator IPW, Neta Pane di Jakarta, hari ini.

Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal seusai salat subuh di Mesjid Al Ikhsan RT 03 RW 10 Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pagi tadi. Penganiayaan terhadap Novel ini kemudian memicu bermacam spekulasi, di antaranya berkaitan dengan kasus-kasus korupsi yang tengah ditangani Novel.

IPW khawatir jika kasus ini tidak segera diungkap dan pelakunya tidak segera ditangkap akan menjadi modus baru atau trend yang diikuti orang-orang tidak bertanggung jawab untuk meneror KPK dan para penyidiknya.

“Artinya, aksi penyiraman air keras itu bukan lagi sebagai ajang balas dendam tapi bisa pula dijadikan alat untuk melumpuhkan KPK yang belakangan ini makin agresif membongkar kasus kasus korupsi besar, terutama yang dilakukan mafia proyek yang berkolusi dengan para pejabat negara,” ujar Neta.

Kasus teror penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan menjadi tantangan berat bagi Kapolda Metro Jaya untuk menangkap pelaku dan mengungkap motifnya. Pekerjaan ini tentu tidak mudah.

“Namun di sinilah kinerja profesional Kapolda metro jaya diuji. Jika kasus ini tak kunjung terungkap ancaman teror terhadap KPK dalam memberantas korupsi akan semakin masif. Untuk itu Polda Metro Jaya harus bekerja cepat mengungkap kasus ini,” sambungnya.

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan dinilai Neta sebuah teror terhadap upaya pemberantasan korupsi di negeri ini, yang dilakukan para pengecut.

“Untuk itu Polda metro jaya harus mengungkap motifnya, apakah berkaitan dengan kasus korupsi yang sedang diusut Novel atau tidak,” ujar Neta.

Polri, kata dia, harus mampu melindungi KPK beserta para penyidiknya dari berbagai aksi teror, apalagi sebagian besar penyidik KPK adalah anggota Polri. Sehingga Polri dan KPK bersama sama masyarakat harus segera mengkampanyekan perang terhadap teror upaya pemberantasan korupsi.

“Perang terhadap koruptor harus makin digencar dilakukan agar para koruptor tidak bersikap seenaknya, sudah mengemplang uang rakyat masih juga melakukan teror,” kata dia.|RMN/R

Previous articleAHOAX BISA MENANG
Next articlePESAN BUAT SI PENISTA AGAMA…
Alamat Redaksi/Iklan/Promosi: PRIBUMI.ID tergabung dalam MEPRINDO MEDIA GROUP (MMG) The Manhattan Square Building Mid Tower, 12th Floor Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 redaksi@pribumi.id, redaksipribumi@gmail.com dikelola di bawah naungan PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015. Sebagai media kami membuka ruang jurnalisme yang sebenarnya. CEO/Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Aendra Medita K Redaktur Senior: Susi Andrini, A. Hendrawan, Hermana HMT Redaktur Pelaksana: Rachmat Edy Rhenoz Dharma Sidang Redaksi: Hermana Lina Alfajri Suka Ajie Hendrawan Sekretaris Redaksi: Lin Business Marketing Director: Ussie Samsi Teknologi Informasi: Andre Tyo Penasehat Hukum Gan Gan R.A. , SH www.jakartasatu.com Seluruh wartawan Pribumi.ID mengunakan ID CARD dan kami melarang/ menolak keras sogokan dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here