Home Hukum Nitisemito Tak Sudi Disebut TIKO

Nitisemito Tak Sudi Disebut TIKO

Membaca kembali buku "Raja Kretek M Nitisemito pengusaha #Pribumi Terkaya Sebelum Kemerdekaan"

1108
0
PRIBUMI – Nama Mas Nitisemito adalah sosok yang luar biasa. Dia adalah pelopor industrialisasi rokok kretek di indonesia, dan tercatat sebagai salah satu orang terkaya negri ini di awal abad ke 20 artinya belum Indonesia Merdeka dia sudah ternama.
Melalui rokok bermerek Tjap Bal Tiga yang dirintisnya sejak 1905, Nitisemito mengukuhkan diri sebagai industrialis raksasa ketika mengoprasikan pabrik rokoknya yang mempekerjakan lebih dari 10 ribu orang.
Merek Bal tiga sangat fenomena saat itu. Merintis industri kretek nasional yang mandiri. Kretek Koning van Koedoes (Belanda: Raja Kretek dari Kudus) ini terbilang sukses dengan jalan ‘nyeleneh’. Kebanyakan bumiputra pada awal abad ke-20 lebih suka merintis karir jadi ambtenaar dengan gaji lumayan ketimbang jadi pengusaha. Namun Nitisemito malah menjemput kemapanan dengan menjadi pengusaha mandiri. Nitisemito setidaknya telah membuktikan bahwa kaum bumiputra tak kalah dengan para tuan-tuan tanah Belanda dan saudagar-saudagar Cina saat itu

Lukisan potret HM Nitisemito, Kretek Koning van Koedoes.

Jika saat ini Nitisemito ada disaat ini dipastikan dia kan tersinggung dengan adanya sebutan Pribumi TIKO, sebab Nitisemito tidak pernah suka mengusik apapun sebagai pengusaha Pribumi yang kaya raya.
Nitisemito adalah orang yang berpikiran melebihi zamannya. Ia mengambil perannya sebagai ‘pembeda’ & penjawab tantangan di tengah apatisme ekonomi kaum bumiputra.
Dalam buku Raja Kretek M Nitisemito pengusaha #Pribumi Terkaya Sebelum Kemerdekaan yang ditulis Erlangga Ibrahim dan Syahrizal Budi Putranto  pemilik perusahaan Rokok Tjap Bal Tiga setidaknya telah membuktikan bahwa kaum bumiputra tak kalah dengan para tuan-tuan tanah Belanda dan saudagar-saudagar Tionghoa.

Etiket bungkus kretek cap Bal Tiga Nitisemito.

Tanda brand ’Boender Tiga’, ‘Roda Tiga’, atau yg paling dikenal ‘Bal Tiga’. Yg jelas pd 1916 cab Bal Tiga itulah yang kuat brand. Usaha kretek Nitisseito melesat sejak 1914 dan pd 1916 perusahaannya resmi bernama NV Sigareten Fabriek M. Niti Semito Koedoes.
Nitisemito termasuk pengusaha yg kreatif, terbukti dgn penerepan strategi pemasaran yang modern & menarik. Bahkan dalam sebuah delegasi dan wewenang. Dia sadar bahwa perusahaan jika besar akan semakin kompeks masalahnya. Bagi Nitisemito delegasi serahkan ke orang-orang yang dipercaya telah dia jalankan. (hal 45). Ia juga menganutkan pada delegasi hartus jujur, cakap dan punya dedikasi tinggi.

Dahulu, hadiah-hadiah seperti ini banyak mengundang konsumen untuk membeli kretek Bal Tiga. Ide marketing yang kreatif pada masanya.

Bal Tiga adlaah perusahaan rokok yang sudah keren ia kerap promosi dengan cara bungkus kreteknya bisa ditukarkan dgn bbrp hadiah menarik macam gelas, piring, arloji, hingga sepeda.
Pd 1914 pula Nitisemito membuka lahan 14 hektare di Desa Jati untuk pabriknya & menyerap 15 ribu pekerja.

Jika beruntung, bukan hanya barang pecah belah saja yang bisa di dapat, tapi juga sepeda keren seperti dalam foto jadul ini.

Meski kini Bal Tiga hanya kenangan, namun Nitisemito tetaplah patut diberi ruang apresiasi atas rintisan tentang kretek di tanah air. Dan Buku itu sangat kuat jika konteks kekinian dalam tatanan sikap, Pribumi bukan Tiko dan Pribumi tak pernah lelah berjuang. Jadi yakinlah bahwa pastinya jika Nitisemito ada tida suka akan sebutan TIKO itu. Sebab Pribumi itu tak pernah mengusik apa-apun terhadap pendatang baru. Baik untuk usaha atau dalam bersosialisai, jadi santunlah dan hormat menghormatilah langkah lebih baik dan beradab. | AHM/dbs dan membaca kembali buku Raja Kretek M Nitisemito pengusaha #Pribumi Terkaya Sebelum Kemerdekaan
Previous articleFaizal Assegaf: Kabinet Jokowi Retak, Kubu JK-Wiranto Dukung Anies Baswedan!
Next articleTAIPANISME DAN TIGA LAPIS KETIMPANGAN
Alamat Redaksi/Iklan/Promosi: PRIBUMI.ID tergabung dalam MEPRINDO MEDIA GROUP (MMG) The Manhattan Square Building Mid Tower, 12th Floor Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 redaksi@pribumi.id, redaksipribumi@gmail.com dikelola di bawah naungan PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015. Sebagai media kami membuka ruang jurnalisme yang sebenarnya. CEO/Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Aendra Medita K Redaktur Senior: Susi Andrini, A. Hendrawan, Hermana HMT Redaktur Pelaksana: Rachmat Edy Rhenoz Dharma Sidang Redaksi: Hermana Lina Alfajri Suka Ajie Hendrawan Sekretaris Redaksi: Lin Business Marketing Director: Ussie Samsi Teknologi Informasi: Andre Tyo Penasehat Hukum Gan Gan R.A. , SH www.jakartasatu.com Seluruh wartawan Pribumi.ID mengunakan ID CARD dan kami melarang/ menolak keras sogokan dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here