Home Hukum Saya Warga Indonesia, Titik​

Saya Warga Indonesia, Titik​

1296
0
Jaya Suprana

Saya Warga Indonesia, Titik​
Menuju Peradaban

OLEH: JAYA SUPRANA

SEORANG sahabat saya (yang tidak perlu saya sebutkan namanya agar tidak menjadi sasaran bully-bully di tengah suasana politik paranoid menjelang Pilkada putara dua) memberitahu bahwa saya digolongkan ke golongan “Lima Tenglang Tidak Pilih Tenglang”.

Penggolongan itu merupakan kehormatan bagi diri saya sebab saya digolongkan ke satu golongan bersama Lieus Sungkharisma, Yusuf Hamka, Hari Tanoesoedibyo dan Kwik Kian Gie yang saya hormati sebagai para tokoh nasionalis dengan semangat kerakyatan yang senantiasa berpihak ke wong cilik. Namun saya selalu merasa kurang sreg disebut Tenglang. Saya tidak merasa bahwa diri saya adalah Tenglang atau Tionghoa atau Cina atau apapun sebab orang tua saya terlanjur mendidik saya untuk meyakini bahwa diri saya adalah warga Indonesia lalu titik tanpa embel-embel predikat apapun.

Silakan hujat saya sebagai Kirno (Mungkir Cino) pengkhianat, munafik atau apapun juga namun apa boleh buat saya memang sudah terlanjur meyakini diri saya adalah seorang warga Indonesia titik. Mohon dimaafkan bahwa saya yang lahir-tumbuh-kembang di lahan kebudayaan Jawa lebih bisa menghayati ajaran kebudayaan Jawa seperti ojo dumeh, rukun agawe santoso, ngono yo ngongo ning ojo ngono, jer basuki mawa beya, eling lan waspada dan tentu saja Pancasila ketimbang ajaran Khonghocu, Lao Tse atau Maozedong.

Sebagai warga Indonesia , saya pribadi memang lebih mengagumi Anoman ketimbang Sun Go Kong, Pangeran Diponegoro ketimbang Kwan Kong, Tjut Nyak Dien ketimbang Hua Mulan, Bung Karno ketimbang Sun Yat Sen , Bung Hatta ketimbang Chao En Lay, Soedirman ketimbang Yuan Shih Kay, Ronggowarsito ketimbang Qu Yuan, Taufik Ismail ketimbang Lu Hsun, Borobudur ketimbang Wanli Changcheng.

Dalam karya-karya musik saya juga menggunakan pentatonik slendro dan pelog Jawa bukan pentatonik China. Saya menulis naskah dan buku dalam bahasa Indonesia bukan Cina. Sukma saya lebih tergetar ketika mendengar Indonesia Raya ketimbang Zhōnghuá Míngúo. Saya juga kurang sreg terhadap “Tenglang Tidak Pilih Tenglang” yang terkesan SARA karena saya yakin bahwa para tokoh nasionalis pro rakyat seperti Lieus, Yusuf, Hary, Kwik, Yonan, Enggar, Marie, Tom, Tomy, Franky, Sugianto, Christianto, Anton, Hasan, Handaka dan lain-lain dalam memilih niscaya tidak memandang latar belakang SARA. Namun para beliau memang tidak akan memilih pemimpin yang sewenang-wenang dalam menatalaksana pembangunan infra struktur tega hati mengorbankan rakyat miskin dengan cara melanggar hukum, HAM, Pancasila serta Agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati oleh segenap anggota (termasuk Indonesia) Persatuan Bangsa Bangsa sebagai pedoman pembangunan planet bumi abad XXI tanpa mengorbankan alam dan manusia.

Siapapun yang berpihak ke rakyat niscaya akan memilih pemimpin yang bukan menyengsarakan namun menyejahterakan rakyat selaras dengan sila-sila kemanusiaan adil dan beradab serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mau pun cita-cita terluhur bangsa Indonesia yaitu masyarakat adil dan makmur.[***]

Penulis adalah warga Indonesia, titik​.

Previous articleFPI Curiga Mobil Terbakar Saat Tabligh Akbar Sudah Direncanakan
Next articleBabinsa dan Operasi Intelejen/Media
Alamat Redaksi/Iklan/Promosi: PRIBUMI.ID tergabung dalam MEPRINDO MEDIA GROUP (MMG) The Manhattan Square Building Mid Tower, 12th Floor Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 redaksi@pribumi.id, redaksipribumi@gmail.com dikelola di bawah naungan PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015. Sebagai media kami membuka ruang jurnalisme yang sebenarnya. CEO/Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Aendra Medita K Redaktur Senior: Susi Andrini, A. Hendrawan, Hermana HMT Redaktur Pelaksana: Rachmat Edy Rhenoz Dharma Sidang Redaksi: Hermana Lina Alfajri Suka Ajie Hendrawan Sekretaris Redaksi: Lin Business Marketing Director: Ussie Samsi Teknologi Informasi: Andre Tyo Penasehat Hukum Gan Gan R.A. , SH www.jakartasatu.com Seluruh wartawan Pribumi.ID mengunakan ID CARD dan kami melarang/ menolak keras sogokan dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here