Home Hukum Penghina Gubernur NTB itu Terlalu Sering Diistimewakan Penguasa

Penghina Gubernur NTB itu Terlalu Sering Diistimewakan Penguasa

423
0

PRIBUMI – Wakil Ketua DPD RI 2014 – 2019, Farouk Muhammad mengutuk keras pelecehan rasial oleh Steven Hadisurya Sulistyo kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat, TGB M. Zainul Majdi. Menurut Farouk, Steven berani bersikap arogan karena terlalu sering mendapatkan keistimewaan dari lingkaran penguasa.

“Secara pribadi saya menyesalkan dan mengutuk keras perilaku saudara Steven Hadisurya Sulistyo kepada TGB M. Zainul Majdi. TGB M. Zainul Majdi merupakan Gubernur kebangaan kami rakyat NTB. Peristiwa ini adalah cerminan dari sikap perilaku mereka yang sadar atau telah tidak memperoleh perlakuan istimewa dari awak-awak kekuasaan terutama dalam bidang Ekonomi bahkan merambat dalam praktek penegakan hukum (gakkum),” kata Farouk dalam keterangan tertulis yang diterima Rimanews.com hari ini.

Sebelumnya pada Minggu (9/4), telah terjadi kesalahpahaman antara Steven dengan Gubernur NTB beserta istri ketika sama-sama mengantre di depan tempat check-in Batik Air di Bandara Changi, Singapura. Steven kemudian melayangkan umpatan rasial, “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko”. Tiko adalah blending dari tikus kotor atau babi-anjing, dari bahasa Mandarin ti ‘babi’ dan ko ‘anjing’. Usai kejadian, Steven menyatakan permintaan maaf secara tertulis.

Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini juga meminta penegak hukum untuk bersikap aktif menanggapi peristiwa tersebut, karena pada dasarnya perilaku Steven masuk dalam kategori ujaran kebencian (hate speech) dan Jika tidak ditindaklanjuti maka akan menjadi preseden buruk dan bom waktu di kemudian hari.

“Bisa kita bayangkan Gubernur TGB, M. Zainul Majdi yang santun dan kharismatik saja, Steven mengungkapkan kata-kata yang buruk, Bagaimana Jika itu terjadi pada warga pribumi biasa?” Sesalnya.

Senator asal Nusa Tenggara Barat itu juga mengajak segenap komponen masyarakat NTB untuk mendinginkan suasana dengan tidak menyikapi kasus tersebut secara reaktif apalagi melakukan perbuatan melanggar hukum terhadap saudara-saudara yang berbeda suku, ras dan agama di NTB.

Dok: Permohonan maaf Steven Hadisurya Sulistyo

|RMN/PRB

Previous articleRespon Pilkada Putaran Dua, Jurnalis Jakarta untuk Pilkada Damai
Next articleAnies Baswedan dan Beban Revolusi Sosial
Alamat Redaksi/Iklan/Promosi: PRIBUMI.ID tergabung dalam MEPRINDO MEDIA GROUP (MMG) The Manhattan Square Building Mid Tower, 12th Floor Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 redaksi@pribumi.id, redaksipribumi@gmail.com dikelola di bawah naungan PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015. Sebagai media kami membuka ruang jurnalisme yang sebenarnya. CEO/Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Aendra Medita K Redaktur Senior: Susi Andrini, A. Hendrawan, Hermana HMT Redaktur Pelaksana: Rachmat Edy Rhenoz Dharma Sidang Redaksi: Hermana Lina Alfajri Suka Ajie Hendrawan Sekretaris Redaksi: Lin Business Marketing Director: Ussie Samsi Teknologi Informasi: Andre Tyo Penasehat Hukum Gan Gan R.A. , SH www.jakartasatu.com Seluruh wartawan Pribumi.ID mengunakan ID CARD dan kami melarang/ menolak keras sogokan dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here