Home Hukum *SARACEN: Polisi Mulai “Kesulitan” Melanjutkan Kasus Ini*

*SARACEN: Polisi Mulai “Kesulitan” Melanjutkan Kasus Ini*

545
0

*SARACEN: Polisi Mulai “Kesulitan” Melanjutkan Kasus Ini*

By Asyari Usman

Ada update penyelidikan Saracen oleh Bareskrim Polri yang bisa membuat Anda tersenyum sambil menghilangkan stress. Maaf ya Pak Polisi. Kombes Awi Setiyono dari Divisi Humas Polri, kemarin (25/8/2017) menggelar penjelasan tentang kelanjutan kasus Saracen. Setelah tiga “tersangka” ditangkap, sekarang kepolisian mengatakan bahwa mereka “kesulitan” mengungkap pihak yang pernah memesan ke kelompok Saracen untuk menyebarkan ujaran kebencian berbau sara dan hoax.”

“Belum cukup bukti untuk mengungkap siapa pemesan dan kapan ada pemesanan”, adalah alasan yang disampaikan oleh Kombes Awi. Yang ada baru sebatas proposal yang mengindikasikan adanya pemesanan, kata beliau.

Jadi, manajmen Saracen sangat “business oriented”. Ada proposal segala. Mirip seperti paket promo travel biro. Tapi, apa masuk akal kesulitan untuk membongkar pemesan? Bukankah Pak Polisi dengan mudah mendapati nama Eggy Sudjana dan seorang pensiunan tentara, Ampi Tanudjiwa, berada di struktur Saracen?

Kok giliran mencari pemesannya Pak Polisi “kesulitan”? Tak mungkin rasanya. Sebab, kita percaya para penyelidik dan penyidik Polri adalah profesional-profesional yang tangguh dan terlatih. Kita beri dorongan semangat kepada para penyelidik itu supaya bisa menuntaskan heboh Saracen.

Kalau pun belum tentu ada hadiah langsung untuk Anda, yakinkan bahwa Anda akan mendapatkan pahala yang sangat besar untuk keberhasilan membongkar perkara ini. Apalagi andaikata Saracen seratus persen kasus fitnah, pahala Anda yang mengungkapnya menjadi belipat ganda. In-sya Allah!

Mendengar kesulitan kasus Saracen ini, teiringat langsung “kesulitan” Polisi untuk mengungkap dan menangkap penyebar chat sex Habib Riziq Shihab (HRS). Padahal, kata para ahli Teknologi Informasi dan pertelekomunikasian, penyebar chat sex HRS seharusnya bisa dilacak. Memang sulit, tetapi tingkat kesulitannya tidaklah terlalu tinggi.

Teringat juga “kesulitan” lain, yaitu ketika Polisi mau melacak siapa dalang penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Novel mengatakan ada jenderal yang memesan penyiraman itu. Mirip kasus Saracen. Ada yang pesan berita hoax, tapi tak mudah diungkap. Ada yang pesan penyiraman air keras, tapi sulit dibongkar.

Kita sangat maklum akan kesulitan yang dialami kepolisian. Cuma, kita pantas mengingatkan Pak Polisi bahwa kalau “kesulitan mengungkap” terlalu banyak diobral, bisa jadi nanti nilainya semakin lama semakin berkurang di mata masyarakat. Jangan terlalu banyak dilempar ke pasar Pak, supaya customer tidak merasa bosan.

(Penulis adalah wartawan senior)

Previous articleGerakan Pribumi Indonesia TANTANG 9 NAGA
Next articleEkspor Kebencian
Alamat Redaksi/Iklan/Promosi: PRIBUMI.ID tergabung dalam MEPRINDO MEDIA GROUP (MMG) The Manhattan Square Building Mid Tower, 12th Floor Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 redaksi@pribumi.id, redaksipribumi@gmail.com dikelola di bawah naungan PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015. Sebagai media kami membuka ruang jurnalisme yang sebenarnya. CEO/Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Aendra Medita K Redaktur Senior: Susi Andrini, A. Hendrawan, Hermana HMT Redaktur Pelaksana: Rachmat Edy Rhenoz Dharma Sidang Redaksi: Hermana Lina Alfajri Suka Ajie Hendrawan Sekretaris Redaksi: Lin Business Marketing Director: Ussie Samsi Teknologi Informasi: Andre Tyo Penasehat Hukum Gan Gan R.A. , SH www.jakartasatu.com Seluruh wartawan Pribumi.ID mengunakan ID CARD dan kami melarang/ menolak keras sogokan dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here