Home Hukum Tablik Akbar Garut Simbol Perlawanan Buat PDIP Di Pilgub Jabar

Tablik Akbar Garut Simbol Perlawanan Buat PDIP Di Pilgub Jabar

466
0
FAIZAL ASSEGAF

Oleh Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)

Arus gerakan solidaritas Bela Islam mulai terkonsolidasi di Jawa Barat dengan mengambil momen Tablik Akbar di Garut sebagai deklarasi perlawanan atas arogansi PDIP.

Walaupun Tablik Akbar tersebut tidak mengusung tema gerakan anti PDIP tapi hakikinya Aksi Bela Islam merupakan ekspresi kemuakkan terhadap Megawati dan PDIP. Fakta tersebut tidak terbantahkan.

Kebangkitan kesadaran umat dalam solidaritas Bela Islam yang kini mulai merambah ke Jawa Barat dan akan berlanjut ke Jawa Timur dan Jawa Tengah, membuat PDIP menuai kepanikan luar biasa.

Reaksi kemarahan umat dipicu oleh sikap PDIP yang dinilai terlampau menzalimi rakyat dan getol menunjukan kebencian membabi buta kepada Islam.

Sikap bobrok PDIP muncul secara sporadis di Pilgub DKI Jakarta mengusung narapidana penista Al Qur’an alias Ahok. Bukan hanya itu, tapi serangkaian kedengkian lainnya yang berakumulasi pada munculnya Perppu pembubaran Ormas.

Walhasil PDIP ditempatkan sebagai barang haram dan menjadi musuh bersama mayoritas umat Islam. Bila gerakan tersebut membesar, maka PDIP yang punya kerjasama strategis dengan Partai Komunis Cina terancam dibubarkan.

Kalau umat terus menggalang solidaritas secara gigih, maka sudah pasti PDIP akan terpojok sebagai musuh utama dan akhirnya kehilangan dukungan rakyat. Langkah ke arah itu tampaknya terus bergulir.

Wajar saja umat bersatu dalam gerakan anti PDIP, dalam demokrasi hal itu tidak dilarang bila pendekatan yang dilakukan melalui jalur damai dan konstitusional.

Bahkan, kemarahan umat Islam tersebut diperkirakan akan jauh lebih agresif dan revolusioner dari Pilgub DKI Jakarta. Dan kini apa yang tengah terjadi di Jabar, Jateng dan Jatim, jutaan umat Islam mulai bangkit secara masif.

Realitas tersebut akan menjadi gelombang besar yang terus bergerak menggulung arogansi PDIP jelang Pilpres 2019. Hasilnya Jokowi tumbang dan PDIP kehilangan legitimasi serta kursinya di parlemen.

Previous articleBachtiar Nasir dan Konsolidasi Garut
Next articleMuhammadiyah, Islam, dan Otoritas “Tuhan” MK
Alamat Redaksi/Iklan/Promosi: PRIBUMI.ID tergabung dalam MEPRINDO MEDIA GROUP (MMG) The Manhattan Square Building Mid Tower, 12th Floor Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 redaksi@pribumi.id, redaksipribumi@gmail.com dikelola di bawah naungan PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015. Sebagai media kami membuka ruang jurnalisme yang sebenarnya. CEO/Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Aendra Medita K Redaktur Senior: Susi Andrini, A. Hendrawan, Hermana HMT Redaktur Pelaksana: Rachmat Edy Rhenoz Dharma Sidang Redaksi: Hermana Lina Alfajri Suka Ajie Hendrawan Sekretaris Redaksi: Lin Business Marketing Director: Ussie Samsi Teknologi Informasi: Andre Tyo Penasehat Hukum Gan Gan R.A. , SH www.jakartasatu.com Seluruh wartawan Pribumi.ID mengunakan ID CARD dan kami melarang/ menolak keras sogokan dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here