Home Energi LANGKAH “KREATIF” DAHLAN ISKAN !

LANGKAH “KREATIF” DAHLAN ISKAN !

67
0

Oleh : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.

Masih ingat sosok ini menciptakan istilah “Habis Gelap Terbitlah Terang” ? Saat awal dia menjabat sbg Dirut PLN sekitar 2010 ? Istilah ini muncul gara2 di era sebelumnya performance PLN dinilai kurang bagus. Oleh karena itu ketika dia berkuasa di PLN, dibuatlah terang benderang seluruh Nusantara , dan muncullah istilah itu !

Hanya saja Laporan Keuangan PLN yang biasanya menggambarkan subsidi listrik hanya sekitar Rp 50 triliun, tiba2 melonjak diatas Rp 100 triliun lebih di eranya ! Informasi lapangan menyampaikan bahwa semua itu dilakukan dengan menyewa genset baik darat maupun kapal laut. Padahal sebelum menjadi Dirut PLN dia menjuluki “PLN peminum solar” ! Nah setelah dia menjadi Dirut ternyata mempraktekkan hal itu ! Dan masyarakat tentunya sangat senang dengan langkah “kreatif” itu ! Bisa jadi karena langkah2 “kreatif” semacam ini (termasuk ide sektor ketenagalistrikan tanpa transmisi dan distribusi) menjadikan ybs mendapat gelar HC Prof. Dr.

Tadinya, sebelum baca LK PLN, terkagum kagum juga mendengar jargon “Habis Gelap Terbitlah Terang” ini. Krn betapa hebatnya DI bisa meningkatkan performance PLN demikian cemerlang. Terpikir betapa hebatnya dia bisa menurunkan losses disegala lini, baik di pembangkitan, transmisi dan distribusi. Kemudian pasti ada inovasi baru secara teknis maupun System sehingga PLN tiba2 bisa seperti itu. Dan kekaguman tsb baru berhenti setelah tahu “trik” nya adalah dengan “minum” solar juga !

Ternyata kelebihan DI adalah dalam me lobby Pemerintah untuk mengucurkan dana subsidi listrik dua kali lebih besar dari biasanya. Dan itu bisa dia lakukan krn kedekatan pribadi dng RI 1 kala itu. Terkait hal ini terbukti lagi setelah ybs mendapat promosi sbg Menteri BUMN pasca pengakuannya didepan MK bahwa untuk mengelola PLN itu sebetulnya tidak perlu Undang Undang ! Bagi yang tahu aturan tentunya akan bertanya, beginikah Negeri ku ? Orang yang menginjak injak Konstitusi bahkan dihadapan Lembaga Tinggi Negara penjaga Konstitusi malah naik jabatannya ?

Sehingga kalau kemudian dia lakukan “Unbundling System” dengan mendatangkan perusahaan pembangkit dari China dan menjual ritail PLN ke Tommy Winata dan Taipan 9 Naga lainnya, jangan2 ini dianggap langkah kreatip juga ? Meskipun melanggar putusan MK No 001-021-022/PUU-I/2003 tgl 15 Desember 2004 ?

Artinya, ternyata di Negeri tercinta ini memang ada orang yang dianggap kreatip karena langkah langkah nya yang penuh “trick” !

Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuunn !

JAKARTA, 4 NOPEMBER 2021.

Previous articleBAKAL DIPROTES NAMA JALAN KEMAL ATATURK DI MENTENG
Next articleNADIEM HARUS BELAJAR PANCASILA
Alamat Redaksi/Iklan/Promosi: PRIBUMI.ID tergabung dalam MEPRINDO MEDIA GROUP (MMG) The Manhattan Square Building Mid Tower, 12th Floor Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 redaksi@pribumi.id, redaksipribumi@gmail.com dikelola di bawah naungan PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015. Sebagai media kami membuka ruang jurnalisme yang sebenarnya. CEO/Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Aendra Medita K Redaktur Senior: Susi Andrini, A. Hendrawan, Hermana HMT Redaktur Pelaksana: Rachmat Edy Rhenoz Dharma Sidang Redaksi: Hermana Lina Alfajri Suka Ajie Hendrawan Sekretaris Redaksi: Lin Business Marketing Director: Ussie Samsi Teknologi Informasi: Andre Tyo Penasehat Hukum Gan Gan R.A. , SH www.jakartasatu.com Seluruh wartawan Pribumi.ID mengunakan ID CARD dan kami melarang/ menolak keras sogokan dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here