Home BUDAYA #NgopiPagi: Mulai Pencitraan dari ATM ke Toilet

#NgopiPagi: Mulai Pencitraan dari ATM ke Toilet

132
0
Aendra Medita

JAKARTA hujan pagi ini. Tidak besar tapi lumayan..Nampak bakal awet ini hujan. Hujan berkah dan nikmati saja. Sebuah Group WA menyebarkan sebuah video. Isi video itu sepertinya lucu dan nampaknya sebuah settingan atau jika memang serius juga tak apa-apa kalau memang benar. Tapi bagi saya agak paradoks video itu.

BIG BOSS turun gunung  lucu juga video itu. Tapi apa memang sengaja dibuat atau tidak yang jelas video itu di sebuah SPBU alias pom bensin (orang kita menyebut). Kenapa disebut BIG BOSS ia menegur bawahannya direksi Pertamina yang katanya SPBU tak boleh mengenakan tarif untuk ke toilet. Pertamina mungkin tidak bertanggung jawab langsung kiranya kan SPBU itu punya orang perorang. Jika ada punya pertamina langsung mungkin ada juga. BIG BOSS itu lagi inspeksi atau sedang pencitraan saya tak tahu. Menegur penjaga tolirt dan bertanya harga bayar toilet. Lucu juga sih. Lalu dia monolog ke arah kamera dan menegur direksi Pertamina yang notabene bawahannya. Ah jelas sedang cari celah. Tapi ini komunikasi politik yang semu jika tidak disebut buruk.

Turba boleh saja, tapi yang caranya harus eleganlah buatlah cara yang lain dalam komuniksi politik yang elegan. Pekan lalu juga saya dapat video yang gambarnya narsis atas dukungan dari aktivis Barikade 98 videonya sama BIG BOSS yang tadi dalam sebuah Vlog.

Ah ini jelang 2024 jelang ramainya mimpi ke 2024 pada ingin maju di Pilpres. Cara ini sah saja dan tak haram. Ada yang bermain di baliho, ada yang terus bergaya blusukan dan yang tanam padi di saat hujan, ada juga yang syuting dengan artis-artis, tak ketinggalan juga ada yang sibuk deklarasi galang relawan dan lainya. Bahkan issue kuat juga muncul ada yang siap di kaderkan bakal jadi di 2024 padahal baru saja dilantik jadi seorang pimpinan di 3 angkatan itu.

Cupras Capres ini makin gencar, lantas kerjanya masa mimpi jadi capres jika dia seorang pejabat rsmi menteri, lantas kerja apa. Level seorang menteri masuk toilet di sebuah SPBU adalah sah, jika memang kebelet tapi cara ini ini nampaknya aneh apakah komunikasi lain tak ada? Padalah sejumlah Bank yang BUMN sudah ada foto narsisnya di setiap layar ATM. Kenapa harus mengdowngarde diri dari ATM ke toilet. Komunikasi sangat absurd, memasalahkan toilet bisnis seharga dua rebu perak adalah tak sebanding dengan bisnis PCR yang miliaran untungnya. Hehehe.

Gitu aja ya #ngopipagi deh….ini ada kopi dari Santos Brazil Arabica dapat kiriman seduh dan saya seruput dulu ya…

Aendra MEDITA 

Previous articleIwan Sumule Pengakuan Erick Thohir Harusnya Bikin DPR Gunakan Hak Interpelasi untuk Jokowi
Next articleALGOJO BALIHO SIAP TERAPKAN GAYA ERA SOEHARTO
Alamat Redaksi/Iklan/Promosi: PRIBUMI.ID tergabung dalam MEPRINDO MEDIA GROUP (MMG) The Manhattan Square Building Mid Tower, 12th Floor Jl. TB Simatupang Kav 1 – S Jakarta, 12560 – INDONESIA p : +62 21 8064 1069 f : +62 21 8064 1001 redaksi@pribumi.id, redaksipribumi@gmail.com dikelola di bawah naungan PT Meprindo (Media Pribumi Indonesia), dengan Akta Notaris Nomor 14 / 30 Oktober 2015. Notaris Raden Reina Raf’aldini, SH, dengan Pengesahan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Nomor AHU-2463874.AH.01.01.TAHUN 2015. Sebagai media kami membuka ruang jurnalisme yang sebenarnya. CEO/Penanggung Jawab & Pemimpin Redaksi: Aendra Medita K Redaktur Senior: Susi Andrini, A. Hendrawan, Hermana HMT Redaktur Pelaksana: Rachmat Edy Rhenoz Dharma Sidang Redaksi: Hermana Lina Alfajri Suka Ajie Hendrawan Sekretaris Redaksi: Lin Business Marketing Director: Ussie Samsi Teknologi Informasi: Andre Tyo Penasehat Hukum Gan Gan R.A. , SH www.jakartasatu.com Seluruh wartawan Pribumi.ID mengunakan ID CARD dan kami melarang/ menolak keras sogokan dalam bentuk apapun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here